Membuat halaman login Squirellmail
Seperti yang kita ketahui, bahwa akses email di hosting bisa dilakukan baik melalui Mail Client semacam Outlook Express, dsb maupun melalui webmail. Namun sering ada pertanyaan, bagaimana cara mengakses email lewat webmail tanpa melalui / login ke cPanel terlebih dahulu ?
Untuk menjawab pertanyaan diatas, bahwa akses email lewat Webmail TIDAK HARUS lewat/login dulu ke cPanel anda. Anda bisa mengakses webmail anda dengan url http://namadomainanda/webmail. Dari link tersebut, akan keluar popup login untuk memasukkan username dan password yang sebelumnya anda buat account emailnya dari cpanel. Setelah anda login, akan keluar 2 opsi untuk mengakses email melalui aplikasi Horde atau Squirellmail.
Default webmail diatas akan dilarikan ke port 2095 yang menjadi default port akses webmail anda, masalah baru timbul, ketika ternyata ada beberapa layanan koneksi internet ( ISP ) yang memblok port 2095 tsb, ataupun blocking terjadi di lokal network pengakses ( biasanya di kantor/instansi, dan hal ini adalah hak / wewenang admin terkait ).
Bagaimana mengatasi hal ini ?
Setting & Upload Database MySQL di cPanel Theme x3
1. Pertama login terlebih dahulu pada account hosting anda dengan cara membuka cpanel domain anda, url yang harus anda buka adalah : www.namadomain.com/cpanel, contohnya: jika domain anda adalah idwebhost.com maka alamat cpanel anda menjadi idwebhost.com/cpanel
2. Kemudian akan muncul popup seperti gambar berikut:

atau jika anda cancel terlebih dahulu pada pop-up tersebut, maka anda akan mendapatkan halaman login cpanel seperti tampak pada gambar berikut:

silahkan isikan username dan password seperti yang kami kirim saat pengaktifan order. Jika data tersebut hilang, silahkan minta kembali pada CS kami.3. kemudian klik pada link ʺMySQL Databasesʺ
4. Pertama kali yang dibuat adalah databasenya. Baru kemudian username dan password dari database tersebut. Untuk name database formatnya setelah dibuat adalah user_namadatabase begitu juga dengan username databasenya formatnya adalah user_usernamedatabase.
Contoh :
> Username cpanelnya adalah : idwebhos
> Database yg tlah dibuat : idwebhost
> Username database yg dibuat adalah : idwebho
Maka formatnya yg terjadi adalah :
> Nama database : idwebhos_idwebhost
> Username database : idwebhos_idwebho
5. Setelah kita tambah user dan databasenya, maka akan tampak seperti yang dilingkari di bawah ini.
6. Kemudian klik Add User to Db seperti yang dilingkari di bawah ini untuk mengoneksikan antara user dengan database kita.
7. Kemudian buka phpMyAdmin database kita dengan cara klik yang ditandai seperti berikut:
Akan tampak tampilan phpMyadmin seperti berikut:
8. Setelah itu mysql di local kita dump yaitu dengan memilih database yang kita inginkan untuk di upload dengan cara klik Eksport pada phpMyadmin berikut ini
maka akan tampak tampilan sebagai berikut ini, klik Select All table dan Save as file untuk menyimpan file tersebut pada suatu folder dan klik Go untuk melakukan dump. Tentukan dimana akan save SQL tsb.
9. Sedangkan pada phpMyAdmin akan tampil seperti berikut:

Setelah itu klik browse untuk menemukan file yang tadinya kita dump pada localhost. Kemudian klik Go.
10. Selamat mencoba !!! Salam IDWebhost !! ☺
NB : untuk contoh koneksi ke database dengan menggunakan php maupun perl adalah
seperti berikut, yaitu :
$dbh = DBI‐>connect(ʺDBI:mysql: database_username:localhostʺ,ʺ database_username
ʺ,ʺ<PASSWORD HERE>ʺ);
$dbh=mysql_connect (ʺlocalhostʺ, ʺdatabase_usernameʺ, ʺ<PASSWORD HERE>ʺ) or die (ʹI
cannot connect to the database because: ʹ . mysql_error());
mysql_select_db (ʺdatabase_username ʺ);
Migrasi Joomla J!1.0.x ke J!1.x
Migrasi joomla dari versi 1.0.x ke 1.x adalah bukan upgrading, artinya kita tidak bisa me-replace begitu saja joomla v.1.0.x menjadi v.1.x.
Upgrade / patch adalah apabila sebelumnya anda menggunakan J!v.1.0.14 kemudian ingin mem-patch/mengupgrade menjadi J!v.1.0.15, anda cukup mencari file patchnya, untuk kemudian mengextract dan me-replace file di root folder joomla anda. Biasanya hal ini dilakukan untuk menutup hole yang ada di Joomla versi sebelumnya, sedangkan migrasi J!v.1.0.x ke J!v.1.x adalah BUKAN untuk tujuan demikian, karena framework J!v.1.0.x sama sekali berbeda dengan J!v.1.x. Bertahan menggunakan J!v.1.0.x juga bukan suatu kesalahan.
J!v.1.x adalah versi baru dari Jooma, perlu diingat :
- memiliki struktur database yang sama sekali berbeda dengan J!v.1.0.x.
- component/modules/themes J!v.1.0.x ( terutama third party ) banyak yang belum compatible untuk J!v.1.x, hingga anda harus menconfigurasi ulang secara manual apabila melakukan migrasi.
Apabila anda mereplace Joomla v.1.0x anda dengan v.1.x, sudah pasti akan terjadi error di joomla anda.
Bagaimana cara migrasi dari J!v.1.0.x ke J!v.1.x ?
Import blogspot ke hosting & domain sendiri
Blogspot, salah satu layanan dari google corp. yang menyediakan ‘kapling’ untuk membuat blog. Bagi anda para blogger, tentunya akan sangat mengenal layanan ini. Dimana kita diberikan kesempatan untuk membuat sebuah blog, nantinya blog kita tersebut akan bisa diakses melalui http://namakita.blogspot.com. Dalam perkembangannya lebih lanjut, blogspot saat ini memberikan kesempatan lebih kepada kita, untuk bisa mengakses blog kita tersebut dengan menggunakan nama domain kita. Image blog kita akan sedikit lebih ‘mentereng’ apabila kita memberikan url blog kita kepada teman/relasi dengan sebuah nama domain , dan bukan berupa url asli blogspot.
Upload File Menggunakan FileZilla v 3.x.x.x
1. Pastikan software Filezilla telah terinstal di komputer anda. Jika belum anda dapat mendownload software filezilla gratis di http://filezilla.sourceforge.net. Setelah mendownload, silakan instal program tersebut.
2. Buka program filezilla, lalu masuk ke site manager , klik “File”, lalu pilih “Site Manager”

3. Klik “New Site” pada jendela Site Manager, lalu di Tab General, anda isikan :
Host : Alamat web anda, misal idwebhost.com
Logontype : Normal
User : Username FTP anda (Username FTP sama dengan Username cPanel)
Password : Password FTP anda (Pass FTP sama dengan Pass cPanel)

4. Pindah ke Tab Transfer Setting, anda pilih Passive pada bagian Transfer mode

5. Setelah semua setting anda lakukan, klik tombol “Connect” dan anda akan terhubung ke hosting anda via FTP

Kolom di sebelah kiri adalah directori pada komputer anda, sedang di sebelah kanan adalah directori pada server hosting website anda.
Untuk upload anda tinggal mencari file pada komputer anda yang hendak diupload, lalu pindahkan dengan men‐drag file tersebut ke kolom sebelah kanan ke folder yang sesuai.
Agar bisa diakses oleh pengunjung pastikan file yang anda upload berada pada folder public_html.
6. Setelah selasai anda tinggal menutup program tersebut, maka otomatis akan disconnect
7. Selamat mencoba!!! Salam IDWebhost !!! ☺
Change permission/chmod lewat file manager
Merubah permission/chmod lewat file manager dapat kita lakukan dengan cara sebagai berikut :
- Membuka login cpanel dari domain anda melalui http://domainanda.com/cpanel/ dan akan keluar tampilan seperti dibawah ini

setelah itu masukkan username dan password account anda
Ubah MX melalui CPANEL
Pengubahan MX bisa dilakukan dari cpanel, dengan catatan account domain anda memiliki hosting dan dilengkapi dengan fasilitas CPanel. Berikut adalah langkah-langkahnya
1. Login ke cpanel account hosting anda
http://namadomain.com/cpanel

Upload file pada file manager cPanel (theme x3)
Upload file website dapat anda lakukan melalui 2 cara yaitu dengan menggunakan file manager pada cPanel hosting dan yang kedua dengan menggunakan ftp.
Dalam panduan ini akan dibahas bagaimana melakukan upload file dengan menggunakan file manager cPanel dengan theme x3. Sebenarnya caranya sama dengan upload pada cPanel theme x.
1. Pertama login terlebih dahulu pada account hosting anda dengan cara membuka cpanel domain anda, url yang harus anda buka adalah : www.namadomain.com/cpanel, contohnya: jika domain anda adalah idwebhost.com maka alamat cpanel anda menjadi idwebhost.com/cpanel
2. Kemudian akan muncul popup seperti gambar berikut:

atau jika anda cancel terlebih dahulu pada pop-up tersebut, maka anda akan mendapatkan halaman login cpanel seperti tampak pada gambar berikut:

silahkan isikan username dan password seperti yang kami kirim saat pengaktifan order. Jika data tersebut hilang, silahkan minta kembali pada CS kami.
Meng-enable-kan link Search Engine Friendly Joomla
Bagi anda pengguna joomla, kadang timbul masalah ketika mengaktifkan fitur Search Engine Friendly ( SEF ), link menjadi tidak hidup atau tidak dapat menemukan halaman yang dituju. Hal ini biasanya karena file htaccess.txt yang seharusnya di rename menjadi .htaccess hilang/terhapus/tidak terupload.
Berikut adalah tips untuk mengatasi hal tersebut :
1. Login ke backend administrator joomla anda > Global Configuration > klik tab SEO
2. Set opsi Search Engine Friendly menjadi YES.
Disinilah masalah muncul, karena link-link kita biasanya akan ‘mati’.
3. Login ke cpanel anda, cari file .htaccess di root dimana joomla anda berada.
4. Uncomment-kan ( hilangkan tanda # ) pada :
Line #51: Options FollowSymLinks
Line #56: RewriteEngine On
Line #71: RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
Line #72: RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
Line #74: RewriteCond %{REQUEST_URI} (/|\.htm|\.php|\.html|/[^.]*)$ [NC]
Line #75: RewriteRule ^(content/|component/) index.php
Bagi anda pengguna component Search Engine Friendly ( semacam OpenSEF, NuSEF ) :
1. Buka file .htaccess, dimana akan ada dua bagian SEF Section yaitu ‘Standard SEF Section‘ dan ‘3rd Party or Core SEF Section‘
2. Comment-kan ( tambah # ) semua line pada Standard SEF Section dan Uncomment-kan semua line pada 3rd Party or Core SEF Section
SELAMAT MENCOBA
Setup/install joomla dengan upload manual

Melanjutkan tutorial tentang penggunaan CMS Joomla sebelumnya, Joomla adalah salah satu CMS yang paling banyak digunakan untuk membangun sebuah website secara instant.
Kalau sebelumnya dibahas mengenai instalasi joomla dari cPanel, kali ini akan dibahas mengenai instalasi/pemasangan joomla di account hosting anda, melalui metoda upload manual, dimana kita anggap sebelumnya anda telah build website joomla anda secara offline di localhost PC anda.Ada beberapa alasan, mengapa orang lebih suka menggunakan cara ini dibandingkan instalasi via fantastico cPanel, diantaranya :
1. Lebih menghemat penggunaan bandwith koneksi internet ( terutama bagi yang menggunakan koneksi terbatas ), karena editing website bisa dilakukan terlebih dahulu secara offline dan tidak harus selalu terhubung dengan internet;
2. Lebih fleksible dalam berkreasi mendesign website joomlanya secara offline terlebih dahulu, karena bisa dikerjakan kapan saja di PC masing-masing terlebih dahulu;
3. Biasanya pemilik merasa diburu waktu karena website joomlanya masih standar/default dan belum terisi content apapun, kadang juga bisa menimbulkan ‘image’ yang kurang baik kepada pengunjung website, dimana ketika pengunjung membuka website tsb, website belum siap untuk ‘dinikmati’.