Catatan Kaki
Lezatnya Kritik dalam Bisnis
Bangsa timur sering mudah sakit hati dengan kritik dan saran, tapi jika ingin sukses berbisnis online, kritik harus dijadikan menu paling lezat tiap sarapan, yummy!!
Dengan kritik, bisa diketahui siapakah diri kita dimata customer, lubang-lubang kekurangan bisa dijadikan andalan dimasa depan.
Apa yang harus dilakukan ?
- Buka saluran kritik selebar mungkin
Sediakan saluran kritik semudah dan sebanyak mungkin, sms, phone, email, chat, facebook dll. - Pancing kritik
Pancing semua customer maupun customer untuk memberikan kritik. Ingat, kita sangat membutuhkan kelezatan kritikan tersebut. Berbagai kreasi untuk memancing kritik bisa diciptakan, misalnya setiap satu kritik mendapat hadiah boneka bola, setiap satu kritik mendapatkan bonus 10%, dan sebagainya. - Emergency Level
Pastikan setiap kritik dianggap sebagai gawat darurat, dan harus segera diselesaikan, at all cost! Jangan tunggu sampai besok untuk memfollow-up setiap kritik. - Jawaban jelas, tanpa basa-basi
Berikan jawaban yang jelas, dan jika memang menjanjikan perubahan, benar-benar lakukan perubahan. - Top Level
Berikan kepastian bahwa kritik yang disampaikan, langsung akan sampai ke level manajemen, dan langsung mendapatkan keputusan “level tinggi”.
Jika kritik sudah terasa lezat dilidah kita, perbaikan bisnis akan menjadi otomatis.
Selamat menyantap!
Artikel di atas diambil dari blog Ogi S, salah satu founder IDwebhost. Untuk membaca artikel selengkapnya, silahkan kunjungi langsung http://o.gi.web.id/archives/164/lezatnya-kritik-dalam-bisnis/
Bisnis Online Kecil-kecilan?
Anda sedang berbisnis kecil-kecilan? Great!
Bisnis kecil bukan masalah, yang jadi masalah, jangan pernah tampakkan kekecilan Anda.
Keuntungan berbisnis online adalah, siapakah kita sebenarnya, bisa dikemas sedemikian rupa sehingga tampak manis dalam sebuah bingkai website. Ini sangat menguntungkan untuk bisnis mungil yang baru belajar merangkak.
Tampakkan keunggulan-keunggulan Anda, dan jangan di-expose ke-kecil-an nya.
Contoh gampangnya :
- Gunakan domain, jangan subdomain
banyak bisnis kecil-kecilan menggunakan website xxx.blogspot.com atau xxx.wordpress.com dsb. Sah-sah saja sih, tapi itu menunjukkan bahwa Anda belum profesional, dan belum berani mengeluarkan biaya untuk domain dan hosting. Perlu diketahui, domain itu harganya tak lebih dari 100 ribu pertahun,begitu juga hosting nya. Jadi jangan terlalu ngirit, dan mengorbankan image bisnis Anda. (*iklan: kalo beli domain hosting ke idwebhost aja
*) - Tampilkan Alamat Jelas
Meskipun bisnis Anda mulai dari kamar kos, apa salahnya menampilkan alamat kos tersebut?
Pembeli akan merasa ragu jika di website Anda bahkan tidak ada alamat “perusahaan” nya, dan tidak sedikit pembeli yang akan takut tertipu karena Anda tidak berani menampakkan jati diri sebenar-benarnya. - Tampilkan Foto Produk yang Elegan
Jika Anda berjualan barang, jangan sekali-sekali mem-foto produk Anda di dalam kamar, dengan background televisi atau bahkan tempat tidur. Belilah sekian meter kain putih yang bisa dijadikan background, fotolah produk Anda diatas warna putih tersebut. Lihatlah hasilnya, jauh lebih terlihat elegan daripada foto produk dengan background barang-barang rumahan Anda. Ingat, pembeli ga perlu terlalu tahu bahwa Anda berbisnis dari kamar kos.
Ok, cukup 3 dulu contohnya ![]()
Silahkan yang mau melengkapi contohnya, post aja di bagian comment. Selamat hari Jumat!
Artikel di atas diambil dari blog Ogi S, salah satu founder IDwebhost. Untuk membaca artikel selengkapnya, silahkan kunjungi langsung http://o.gi.web.id/archives/163/bisnis-online-kecil-kecilan/
Blog Lokal vs Blog Luar
Beberapa lalu saya cukup berbangga dengan adanya beberapa blog provider lokal yang bermunculan, seperti blogdetik.com, dagdigdug.com, dan beberapa provider yang lebih kecil lainnya. Meskipun sudah sangat terlambat, namun ini memberikan harapan bahwa industri internet lokal masih bisa berkembang.
Kenyataannya jauh dari harapan.
Saat blogdetik dan dagdigdug semangat 45 untuk meraup komunitas lokal sebesar mungkin, arah trend mulai berubah drastis. Sekarang, para blogger sudah mulai beralih ke twitter dan facebook. Mereka mulai merasa lebih enjoy dengan lebih sering kontak menggunakan media sosial yang jauh lebih interaktif dibanding blog.
Statistik wordpress.com dan blogger.com menunjukkan penurunan visitor secara signifikan ditahun 2009. Sedangkan sebaliknya, facebook.com menunjukkan trend meningkat yang jauh lebih tajam.
Saya patut menduga fenomena ini kurang diantisipasi oleh para pemain lokal kita, termasuk saya sendiri yang geleng-geleng dengan mulai ambruknya blog. Sebelumnya tak pernah terpikir, blog akan tergerus seperti ini.


