6 Tips Mengamankan Nama Domain Anda Dari Pencuri Domain

426AF09000000578-4703372-image-a-9_1500292615318

Pencuri domain? Ya, ini termasuk dalam sub kategori licik dari pembeli dan reseller domain yang disebut dengan domainers. Jika Anda mendaftarkan nama domain yang kadaluwarsa, maka ini bukanlah kegiatan ilegal. Anda membeli nama domain yang tidak diklaim oleh orang lain dan jika Anda menggunakannya secara sah (untuk keperluan pribadi atau komersil), maka Anda adalah domainers yang bagus, bukan pencuri.

Sayangnya, tidak semua domainers adalah pemasar yang baik. Ada beberapa domainers yang melakukan penipuan dengan itikad baik pendaftar atau mencoba untuk melanggar privasi mereka. Sudah jelas bahwa hal tersebut bukan merupakan aktivitas yang sah dan bersifat ilegal. Berikut adalah beberapa tips untuk mengamankan nama domain Anda dari pencuri domain yang tidak bertanggung jawab

  1. Jangan Pernah Membiarkan Nama Domain Anda Berakhir

Perbarui nama domain Anda setidaknya dua bulan sebelum tanggal kadaluwarsa dan untuk jangka waktu yang tidak kurang dari dua tahun. Jangan sampai domain Anda kadaluwarsa karena domainers bisa menggunakan opsi tersebut untuk mengakuisisi domain. Domain Backorder yang akan memberi mereka kemungkinan untuk ‘memesan dulu’ domain Anda sampai kadaluwarsa dan tersedia untuk pendaftaran.

                Apakah Domain Backorder merupakan pilihan pembelian yang sah? Umumnya, backordering dianggap sah meski beresiko bagi pembeli. Sebenarnya, backorder tidak lain hanyalah sebuah harapan untuk bisa mendapatkan nama domain suatu hari nanti. Domain backorder lebih mahal jika dibandingkan dengan harga domain standar, jadi domain backorder bukanlah pilihan pertama yang perlu dipertimbangkan saat mengakuisisi nama domain.

  1. Aktifkan Kunci Domain

Saat mendaftarkan nama domain baru, registrar Anda akan menerapkan kunci domain secara otomatis. Kunci domain adalah opsi keamanan yang menyangkal transfer nama domain yang tidak sah ke pendaftar lain, namun Anda mungkin akan menonaktifkannya sementara untuk mengizinkan transfer atau mengaktifkan opsi lain. Bagaimanapun, perhatikan peran penting yang dimainkan oleh opsi ini dan ingat untuk mengaktifkannya kembali setelah selesai, karena ini adalah sistem yang aman untuk melarang pemilik domain licik mencuri domain Anda.

  1. Aktifkan Perlindungan WHOIS

Panitera seperti Name.com dan NameCheap.com menawarkan opsi ini grats untuk tahun pertama pendaftaran. Perlindungan WHOIS memungkinkan untuk menyembunyikan semua informasi yang berkaitan dengan domain, termasuk generalitas, email, kontak telepon, dan alamat rumah Anda. Semua kueri WHOIS yang dilindungi mengembalikan informasi umum tentang pendaftaran. Untuk memeriksa informasi WHOIS, Anda dapat menggunakan layanan seperti whois.domaintools.com atau who.is.

  1. Domain Anda Tidak Dijual

Buatlah jelas dengan sanggahan atau spanduk di website, dimana Anda mengatakan bahwa setiap tawaran untuk membeli domain akan diabaikan secara otomatis. Jika registrar Anda mengizinkan buatlah kolom yang bertuliskan “DOMAIN TIDAK DIJUAL”. Strategi ini akan mengurangi kemungkinan bahwa domainer yang licik akan menghubungi Anda melalui email untuk melakukan penawaran.

  1. Abaikan Atau laporkan Pesan Yang Menyinggung

Cobalah untuk mengabaikan permintaan email yang mendesak dari domainer. Dalam beberapa kasus, mereka terkadang menghina atau mengancam Anda. Laporkan ke penyedia email dan registrar Anda, atau ke ISP domainer jika tersedia. Pencemaran nama baik dan mengancam adalah kejahatan dan dapat dijatuhi hukuman.

  1. Jangan Menyerah Pada Permintaan

Domainer yang licik terkadang berusaha memanipulasi Anda dan menumbuhkan rasa aman serta percaya diri sehingga mereka akhirnya memperoleh nama domain tanpa persetujuan Anda. Jangan menyerah pada hal ini. Nama domain Anda adalah milik Anda sendiri. Jangan biarkan orang yang ‘malas’ mengambil keuntungan dari hasil kerja keras Anda. Kecuali jika Anda berminat untuk menjual nama domain, hindari agar tidak terjerumus dalam pertarungan dengan domainer yang terobsesi.