Saat memulai sebuah blog, Anda perlu menentukan dimana ia akan tinggal, atau akan dihosting dimana selama online. Blog Anda membutuhkan tempat dimana semua informasi yang dimiliki (foto, video, teks, dan sebagainya) akan disimpan dan ditampilkan di seluruh dunia untuk dilihat. Dimana Anda mengunggah halaman web, foto, dan sebagainya, disebut sebagai web hosting Anda. Web hosting akan menyimpan semua file yang membentuk situs web Anda. Pembaca nantinya akan menemukan blog Anda dengan memasukkan nama domain dalam browser situs mereka.

Nama domain adalah alamat untuk menuju situs web Anda. Memiliki nama domain sendiri bisa membuat perbedaan dalam kesuksesan bisnis. Catatan: Anda tidak perlu mendapatkan nama domain dan web hosting dari perusahaan yang sama. Sebagai contoh, Anda bisa membeli nama domain dari registrar seperti jejualan.com, namun kemudian Anda bisa memilih untuk menghosting situs dengan perusahaan hosting seperti idwebhost.com.

Penyedia Domain: Haruskah Anda Membayar Untuk Membuat Domain Pribadi?

Biasanya, sub domain akan diberikan secara gratis, namun Top Level Domain (TLD) tidak gratis alias berbayar. Contoh sub domain adalah: myblog.wordpress.com. Platform blog (perusahaan yang menawarkan alat blogging gratis) menyediakan sub domain gratis untuk semua pengguna mereka. beberapa platform blogging gratis adalah:

-          Blogger.com

-          LiveJournal.com

-          TypePad.com

Mereka menawarkan uji coba gratis, dengan harga mulai dari $8,95 per bulan. Beberapa penyedia domain ini menawarkan opsi start-up yang sangat mudah. Mereka diberikan gratis (pada awalnya) dan banyak menawarkan tema dasar yang memungkinkan Anda mempersonlisasi blog/ situs Anda dengan grafis yang diinginkan. Hal yang perlu diingat dengan jenis penyedia domain adalah bahwa mereka selamanya akan menjadi bagian dari URL Anda (alamat di internet). Misalnya, jika Anda memilih menggunakan domain yang disediakan oleh WordPress dan Anda ingin memberi nama blog “Tips By Mom” maka Anda akan memiliki domain WordPress seperti itu. Alamat blog Anda akan menjadi “tipsbymom.wordpress.com”. Ini disebut sebagai sub domain.

Meskipun platform blogging seperti diatas menawarkan sub domain gratis, namun mereka juga memasang iklan di situs Anda yang tidak bisa Anda kendalikan. Mereka juga mulai mengenakan biaya bulanan saat blog Anda mulai populer. Semakin populer, semakin banyak Anda akan membayar. Kelemahan lain pada platform blogging gratis adalah tidak memungkinkan Anda memiliki situs web untuk tujuan komersial. Untuk itu, sebaiknya memiliki nama domain Anda sendiri dan membayar untuk itu demi mendapatkan hasil yang lebih maksimal kedepannya.

Miliki Domain Anda Sendiri

Jika Anda memutuskan untuk membeli nama domain, Anda dapat membelinya dari registrar domain terpercaya seperti idwebhost.com. Setelah itu, Anda bisa memilih dan memasang CMS (Content Management System). CMS bertindak seperti mesin untuk blog Anda. Ini adalah software yang benar-benar membuat semuanya bekerja. WordPress adalah CMS terpopuler di dunia. Mengapa Anda perlu memilih WordPress yang dihosting sendiri? Sekali lagi, jika tujuan Anda adalah menghasilkan uang secara online , Anda tentu ingin menggunakan versi WordPress yang dihosting sendiri dan menggunakan nama domain sendiri.

Melalui nama domain yang dimiliki sendiri dan menggunakan WordPress yang dihosting sendiri, maka URL Anda akan terlihat bersih seperti “tipsbymom.com”. Memiliki URL yang bersih berarti Anda akan mendapatkan peringkat pencarian yang lebih baik dan lebih banyak orang yang akan menemukan blog Anda.

Kesimpulan

Jika Anda ingin cepat dan mudah dalam memulai blog, namun tidak ingin mengontrol penuh blog Anda, Anda bisa memilih layanan hosting domain gratis. Jika Anda ingin blog yang profesional dan memiliki kontrol penuh agar menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi, maka Anda harus membeli nama domain sendiri.