Web hosting adalah apa yang memungkinkan situs web Anda tetap berjalan, online, dan dapat dilihat oleh pengunjung situs web Anda. Situs dan isinya akan disimpan pada tempat yang disebut server, yang terhubung ke internet sehingga pengguna dapat mengaksesnya. Kapanpun Anda menambahkan halaman, foto, video, atau jenis konten lainnya ke situs web, maka akan diunggah ke web hosting Anda. Anda bisa memiliki sebuah situs web untuk blog pribadi, karir freelance untuk menunjukkan portofolio, perusahaan, atau hanya situs pribadi untuk bersenang-senang. Dalam kasus ini, Anda akan diarahkan untuk sebuah situs web yang ditujukan sebagai bisnis ecommerce atau bisnis online. Ini akan menjadi etalase online Anda, dimana prospek dan pelanggan datang untuk memeriksa produk dan membeli.

Perusahaan web hosting mengkhususkan diri dalam menyediakan server dan teknologi terkait. Tapi ada beberapa pilihan. Itulah mengapa sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan penyedia web hosting yang dipilih. Anda tentu tidak ingin mengalami downtime, atau memberi kesulitan bagi pengunjung untuk mengakses situs Anda. Jangan hanya berpikir untuk mencari web hosting yang paling murah. Begitu bisnis online Anda berkembang, persyaratan web hosting menjadi lebih kompleks karena mengalami lebih banyak traffic ke situs. Dengan kata lain, Anda membutuhkan lebih banyak ruang hard drive dan bandwidth untuk menangani semua pengunjung. Anda memerlukan sistem untuk memperhitungkan pertumbuhan itu dan web hosting yang murah tidak akan memberi kualitas terbaik. Jadi, mari kita membahas daftar jenis web hosting yang paling umum dan mencari mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

  1. Shared Web Hosting

Dalam jenis web hosting ini, situs Anda ada di server dengan situs-situs lainnya. Ini mungkin menjadi pilihan terbaik jika Anda baru memulai bisnis online. Keuntungan utamanya adalah harganya paling murah dari jenis web hosting lainnya. Sebagian besar penyedia web hosting yang menawarkan shared web hosting juga menawarkan pilihan lain yang memungkinkan Anda melakukan upgrade jika bisnis semakin berkembang. Kelemahannya situs dapat berjalan lambat jika ada situs lain yang mendapat banyak traffic.

  1. Virtual Private Server (VPS)

Biasanya, jenis upgrade pertama yang akan Anda buat dengan web hosting adalah dari akun shared web hosting ke VPS. Dengan VPS, Anda menjembatani kesenjangan antara shared hosting murah dan dedicated server. Dalam konfigurasi ini, VPS ada pada satu server fisik, hardware yang dibagi, dan jaminan bagian dari daya komputasi server tersebut. Tapi VPS berfungsi seolah-olah itu adalah server terpisah dari yang lain sehingga situs lain yang dihosting tidak akan mempengaruhi situs Anda sama sekali.

  1. Dedicated Web Server

Ini adalah solusi web hosting yang ideal untuk bisnis online karena menawarkan fleksibilitas maksimum. Dalam solusi ini, Anda mendapatkan server fisik sendiri hanya untuk situs web, dimana Anda memiliki kontrol penuh. Tidak ada situs lain di server yang dapat mempengaruhi situs. Anda mendapatkan kecepatan dan keamanan yang dibutuhkan. Kelemahannya, Anda mungkin harus mempekerjakan seorang administrator sistem untuk menjalankan sisi teknis server ini.

  1. Cloud Based Web Hosting

Dalam model ini, Anda memiliki server individual. Ratusan diantaranya bekerjasama untuk menciptakan server yang sangat kuat. Dengan jenis paket web hosting ini, umumnya Anda memiliki struktur penagihan yang disesuaikan berdasarkan pada apa yang Anda gunakan. Meskipun banyak perusahaan menawarkan hosting berbasis awan sebagai produk mandiri, banyak perusahaan yang akan menggunakan struktur berbasis awan untuk shared hosting, VPS hosting, dan dedicated server web mereka.