Membeli web hosting sama halnya dengan memilih teman. Anda harus memilih yang bagus karena mereka akan memperkaya hidup Anda. Sangat penting untuk menjauh dari web hosting yang buruk dan selalu pilih web hosting yang dapat dipercaya. Pada artikel ini, kami akan berbagi tips agar Anda dapat menjadi pembeli web hosting yang cerdas.

  1. Selalu Pilih Web Hosting Yang Memiliki Dukungan Live Chat

Bagaimanapun juga, live chat adalah cara paling efisien untuk melakukan komunikasi teknis. Pastikan bahwa web hosting yang Anda pilih memiliki dukungan live chat yang tersedia 24/7. Ini akan sangat membantu Anda dalam menyelesaikan masalah situs yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

  1. Uji Dukungan Pelanggan Sebelum Anda Mendaftar

Lakukan pengujian dukungan pelanggan yang ditawarkan sebelum akhirnya mendaftar. Tanyakan hal-hal teknis seperti inode dan batas penggunaan CPU untuk menguji pengetahuan dari dukungan pelanggan yang tersedia.

  1. Daftarkan Domain Utama Anda Pada Registrar Pihak Ketiga

Hanya karena web hosting menawarkan domain gratis, bukan berarti Anda harus membiarkan penyedia hosting mengendalikan registrasi domain Anda. Dapatkan nama domain dari pihak ketiga sehingga Anda bisa mengganti web hosting kapan saja Anda mau tanpa terikat dengan nama domain yang digunakan.

  1. Selalu Bayar Dengan Kartu Debit Untuk Melindungi Diri

Percayalah, akan ada penjahat yang menagih di kartu pembayaran Anda bahkan jika Anda telah membatalkan langganan. Kartu debit akan mengamankan uang Anda jika keadaan semakin buruk. Gunakan PayPal jika Anda tidak memiliki kartu debit.

  1. Pahami Bahwa Sebagian Besar Review Hosting Berafiliasi Dengan Web Hosting

Ini bukan berarti bahwa semua review hosting tidak dapat diandalkan. Anda hanya perlu berhati-hati dengan saran mereka. Selain itu, Anda juga harus mengetahui mana review yang sekiranya tidak jujur dan berafiliasi dengan web hosting yang dapat merugikan Anda.

  1. Lacak Web Hosting Anda Dari Waktu Ke Waktu

Gunakan sistem pelacakan pihak ketiga untuk memeriksa uptime website Anda. Uptime yang berada di bawah 99,5% selama lebih dari dua bulan tentu tidak dapat diterima. Anda dapat menggunakan berbagai alat percobaan gratis untuk melacak status uptime dari web hosting Anda.

  1. Gunakan Web Hosting Yang Dapat ‘Diperluas’

Bagi situs yang baru mulai dan tidak menghasilkan traffic yang banyak, maka shared hosting adalah pilihan yang tepat. Namun, saat situs mulai berkembang dan menghasilkan traffic tinggi, maka VPS atau dedicated hosting akan lebih cocok. Untuk itu, Anda harus memilih web hosting yang dapat memperluas paket hosting dengan mudah tanpa membebani Anda.

  1. Hindari Web Hosting Dengan Masa Percobaan Yang Singkat

Setiap masa percobaan di bawah 30 hari tentu tidak meyakinkan. Web hosting terkemuka saat ini sering menawarkan garansi uang kembali. Jadi, mengapa Anda harus memilih web hosting yang hanya menawarkan masa percobaan singkat?

  1. Menghindari Web Hosting Dengan Software Dan Aplikasi Yang Usang

Ini tidaklah bercanda! Saat ini masih ada perusahaan hosting yang membatasi pelanggan mereka dengan PHP4 dan WordPress 2.8. Jika Anda tidak yakin, ajukan pertanyaan ke dukungan live chat atau panggilan telepon. Pastikan web hosting yang dipilih mendukung versi terbaru untuk software dan aplikasi yang digunakan.

  1. Apa Rencana Cadangan Yang Dimiliki Web Hosting?

Rencana cadangan adalah hal penting lainnya yang perlu Anda ketahui dengan jelas sebelum membeli web hosting. Ya, Anda harus selalu melakukan cadangan sendiri untuk keamanan, namun Anda juga perlu mengetahui apakah web hosting Anda memiliki rencana cadangan yang andal. Periksa apakah web hosting Anda menyediakan perlindungan redundansi yang cukup.